Rabu, 20 Maret 2013


Normalisasi dan Denormalisasi Data
ts.jpg











Disusun oleh:
Kelompok 1 – Kelas L
Fariz Ardian <672012034>
Victor Dwi Agustin <672012190>
Ramadhani Osa Irawan <682012019>
Pradipta Angga Saputra <682012008>
Sandhy Kurniawan<672012155>
KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatNyalah maka kami dapat menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Normalisasi dan Denormalisasi Data”, yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajarinya.
Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami persembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih dan semoga Tuhan memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.



         Salatiga, 9 Pebruari 2013


        Penulis



DAFTAR ISI
Halaman Judul                                                                                      i
Kata Pengantar                                                                                     ii
Daftar Isi                                                                                              iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                                                        1
B.    Perumusan Masalah                                                                 1   
C.    Tujuan                                                                                    1

BAB II PEMBAHASAN
A.     Normalisasi Data                                                                      2   
B.     Denormalisasi Data                                                                   3   
C.     Perbaedaan normalisasi data dan denormalisasi data                   4
D.      Boyce-Codde method                                                                               4                                                                                                                                 
                                                                                                       
BAB III SIMPULAN                                                                                6
DAFTAR PUSTAKA                                                                               6







BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Perancangan suatu basis data sangat diperlukan agar dapat membuat basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam pemanipulaisan data. Dalam perancangan basis data terdapat dua cara yang sering digunakan yaitu :
a.Menerapkan Normalisasi terhadap struktur tabel atau transaksi yang telah diketahui sebelumnya
b.Membuat model Entity-Relationalship.

Dalam perancangan basis data dengan cara membuat model Entity-Relatioanlship pembuat basis data harus merepresentasikan kelompok-kelompok data dan relasi antar kelompok ke dalam bentuk diagram. Namun jika perancangan basis data menggunakan normalisasi,pembuatan desain lojik dan relasional tidak langsung berkaitan dengan model data, tapi dalam pembuatannya harus meneraokan aturan dan criteria standar untuk menghasilkan struktur tabel yang normal.
Namun dalam sejumlah kasus penerapan Normalisasi secara ketat dpat mengakibatkan penurunan performa basis data.Normalisasi sebenarnya bersifat normatif dan berperan pada saat perancangan basis data.Semua DBMS (Database Management System) tidak membatasi user agar selalu memenuhi aturan-aturan normalisasi basis data. Deengan kata lain, normalisasi merupakan kebijakan user dalam perancangan basis data,dan bukan merupakan kebijakan DBMS yang digunakan.
Dengan demikian normalisasi dapat dilanggar, pelanggaran tersebut dinamakan dengan
denormalisasi. Satu-satunya alas an mengapa di perbolehkan melakukan denormalisasi adalah pertimbangan performanasi yang akan bisa diperoleh jauh lebih baik.
Sehingga dapt dikatakan bahwa normalisasi dilakukan demi efisiensi data sedangkan denormalisasi delakukan demi efisiensi proses. Keseimbangan antara efisiesnsi data dan efisiensi proses adlah inti dari desain basis data.

B.   Perumusan Masalah
     Masalah yang akan dibahas di karya ilmiah ini adalah :
1.      Pengertian normalisasi data.
2.      Manfaat normalisasi data.
3.      Tahap-tahap normalisasi data.
4.      Pengertian denormalisasi data.
5.      Pengertian Boyce-Codde  Method.

C.   Tujuan
Tujuan dari penulisan karya ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang perbaedaan normalisasi data dan denormalisasi data.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Normalisasi Data
Normalisasi merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant, stabil, dan fleksible
Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,update,delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
Pada proses normalisasi terhadap tabel pada database dapat dilakukan dengan tiga tahap normalisasi antara lain :
http://infotek.web.id/wp-content/uploads/2011/05/tahap-normalisasi.png


1. Bentuk Normal ke Satu(1NF)
Syarat :
   a. Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
   b. Telah ditentukannya primary key untuk tabel atau relasi.
   c. Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
   d. Tiap atribut yang dapat memiiki banyak nilai sebenarnya menggambarkan entitas atau relasi yang terpisah.
Namun pada tahap ini masih ada kelemahan yaitu :
   a.Pengulangan informasi
   b.Potensi inkonsistensi pada operasi update
   c.Tersembunyinya informasi tertentu





2. Bentuk Normal ke Dua(2NF)
Syarat :
a. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke satu.
b. Atribut bukan kunci(non-key attribute) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya pada primary key

3. Bentuk Normal ke Tiga(3NF)
Syarat :
a. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke dua.
b. Atribut bukan kunci(non-key attribute) tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribut bukan kunci lainnya. Seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja.

B.     Penerapan normalisasi data

Penerapan Normalisasi dan Implementasi ke Database SQL Server

Kali ini saya akan menerangkan tahap-tahap penerapan normalisasi hingga menjadi sebuah ERD pada SQL server. Sering kali mahasiswa bertanya "bagaimana awal mulanya pembuatan sistem informasi" salah satu cara terbaik awal pembuatan sistem informasi adalah menanyakan kebutuhan user / pengguna terhadap sebuah sistem yang akan dibangun, biasanya kebutuhan ini awalnya dari sebuah "MASALAH" yang harus dicarikan solusi.

Bermodalkan interview kepada pengguna kebutuhan apa yang harus dibuat, biasanya kita mencari informasi proses bisnis dari perusahaan tersebut, sehingga akhirnya kita mengetahui format manual sistem yang berjalan   contohnya disini BON PEMBELIAN.




1. Bentuk Normal Pertama (1NF)
dari manual bon pembelian diatas kita dapat menjadi bentuk normal pertama dengan memisah-misahkan data pada atribut-atribut yang tepat dan bernilai atomik, juga seluruh record / baris harus lengkap adanya.

2. Bentuk Normal Kedua (2NF).
Bentuk normal kedua dengan melakukan dekomposisi tabel diatas menjadi beberapa tabel dan mencari kunci primer dari tiap-tiap tabel tersebut dan atribut kunci haruslah unik.










3.BentukNormalKetiga(3NF)
Bentuk normal ketiga mempunyai syarat, setiap relasi tidak mempunyai atribut yang bergantung transitif, harus bergantung penuh pada kunci utama dan harus memenuhi bentuk normal kedua (2 NF).

Implementasi ERD (entity relationship diagram) pada contoh diatas, bisa dituangkan kedalam database MS SQL Server 2005, seperti terlihat pada gambar beikut ini :



C.    Denormalisasi data
denormalisasi database  adalah  pelanggaran  aturan  normalisasi atau menjabarkan suatu tataan database yang telah normal untuk meningkatkan performa pengaksesan data pada database. Database yang telah normal disini dimaksudkan database yang redundansi datanya minim sehingga data yang disimpan tidak mengalami kerancuan dalam proses pengaksesan.
Apakah perbedaan normalisasi dan denormalisasi.
Apa sih pentingnya denormalisasi dalam database? Apabila kita menilik lebih lanjut tentang proses pengaksesan yang dilakukan database sewaktu data yang berada dalam suatu tabel ada 1000 baris dengan 100 juta baris. Hal itu akan terasa sangat beda proses kita menunggu untuk dapat melihat data. Itupun apabila kita mengaksesnya dari beberapa tabel yang setiap tabel berisikan jutaan data dan kita hanya menginginkan sebagian saja.Dari situ denormalisasi diperlukan, untuk menjaga kestabilan performa suatu sistem.

Kita dapat melakukan denormalisasi dalam 2 jenis :

·         melalui pembuatan kolom baru pada tabel / mengabungkan kolom pada tabel satu dengan yang lain.
·         melalui pembuatan tabel baru.

cara yang pertama dilakukan apabila data yang didenormalisasi hanya kecil dan digunakan untuk mempermudah pengaksesan data apabila diakses dalam satu tabel. Sedangkan yang kedua dilakukan apabila data yang terdapat dalam tabel tersebut merupakan rangkuman / rekapitulasi dari satu atau beberapa tabel yang pengaksesannya terpisah dari tabel yang ada.



contoh :

denormalisasi pertama : total sks yang telah diambil seorang mahasiswa. ini dibentuk dari jumlah sks matakuliah yang pernah diambil.

denormalisasi kedua : pembuatan tabel jumlah kehadiran mahasiswa dalam satu semester. data ini dibentuk dari penjumlahan data harian mahasiswa.


D.    Perbedaan normalisasi dan denormalisasi
Perbedaan normalisasi dan denormalisasi adalah terletak pada redundansi data dan kompleksitas query. Pada redundansi data normalisasi lebih strik atau harus dihilangkan sebisa mungkin sehingga mengakibatkan apabila kita akan mengakses data dalam suatu database membutuhkan query yang kompleks. Berbeda dengan denormalisasi, denormalisasi disini tidak terlalu memikirkan tentang data yang redundan sehingga dalam mengakses data lebih cepat

E.     Boyce-Codde method
            Definisi Bentuk BCNF adalah :
1). Memenuhi bentuk 3 NF (normal ketiga).
2). Semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik).
Setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.

BCNF merupakan bentuk normal sebagai perbaikan terhadap 3 NF. Suatu relasi
yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3 NF, tetapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3 NF belum tentu memenuhi BCNF. Karena bentuk 3 NF
masih memungkinkan terjadi anomali.
Pada contoh berikut ini terdapat tabel SEMINAR, kunci primer adalah no_siswa +
seminar, dengan pengertian bahwa :
·          Siswa dapat mengambil satu atau dua seminar.
·          Setiap seminar membutuhkan 2 instruktur.
·          Setiap siswa dibimbing oleh salah satu dari 2 instruktur seminar.
·          Setiap instruktur boleh hanya mengambil satu seminar saja.

Suatu relasi disebut memenuhi bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) jika dan hanya jika semua (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik). BCNF merupakan bentuk normal sebagian perbaikan terhadap 3NF,suatu relasi yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3NF, tetapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3NF belum tentu memenuhi BCNF .Dalam banyak literature disebutkan bahwa BCNF adalah perbaikan dari 3NF ,karena bentuk normal ketigapun mungkin masih mengandung anomaly sehingga masih perlu dinormalisasikan lebih lanjut.


Pada contoh ini, no_siswa dan seminar menunjukkan seorang instruktur.
Relasi seminar



















Bentuk tabel SEMINAR adalah memenuhi bentuk normal ketiga (3 NF), tetapi tidak
BCNF karena nomor seminar masih bergantung fungsi pada instruktur, jika setiap
instruktur dapat mengajar hanya pada satu seminar. Seminar bergantung fungsi
pada satu atribute bukan superkey seperti yang disyaratkan oleh BCNF.

Maka relasi SEMINAR harus didekomposisi menjadi dua relasi, yaitu relasi pengajar
dan seminar_instruktur, seperti berikut ini :



Relasi pengajar
Relasi seminar struktur









BAB III
SIMPULAN

Untuk mendapatkan struktur tabel yang baik normalisasi dan denormalisasi dapat dilakukan namun harus diperhatikan aturan-aturan normalisasi dan kebutuhan user agar suatu rancangan basis data yang dibuat tidak keluar dari batasan system yang ditentukan.





DAFTAR PUSTAKA



http://www.haritsthinkso.com/2009/12/pengertian-normalisasi-pada-database.html
diyarblablablap.blogspot.com/.../pengertian-denormalisasi.html



Sabtu, 09 Februari 2013

STRUKTUR BASIS DATA
ts.jpg











Disusun oleh:
Kelompok 1 – Kelas L
Fariz Ardian <672012034>
                                                          Victor Dwi Agustin <672012190>
                Ramadhani Osa Irawan <682012019>
                 Pradipta Angga Saputra <682012008>
       Sandhy Kurniawan<672012155>
KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatNyalah maka kami dapat menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Stuktur Basis Data”, yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajarinya.
Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami persembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih dan semoga Tuhan memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.



         Salatiga, 1 Januari 2013


        Penulis



DAFTAR ISI
Halaman Judul                                                                                      i
Kata Pengantar                                                                                     ii
Daftar Isi                                                                                              iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                                                       1
B.    Perumusan Masalah                                                                1   
C.    Tujuan                                                                                   1

BAB II PEMBAHASAN
A.     Pengertian Entitas/ Tabel                                                          2   
B.     Pengertian Record/Tuple                                                          2   
C.     Pengertian field/atribut                                                              2
D.     Elemen dalam struktur entitas                                                    2   
E.     Relasi antar entitas/table                                                            2
F.      Contoh kasus                                                                           4             
                                                                                                       
BAB III SIMPULAN                                                                               6
DAFTAR PUSTAKA                                                                              7







BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Basis dapat diartikan sebagai tempat berkumpul, markas atau sarang, sedangkan data suatu fakta dari dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti kaset ( lagu, penyanyi, pencipta dan lain-lain ) atau kendaraan (mobil, motor, bus, dan lain-lain).
Pengaturan yang dilakukan pada lemari kaset merupakan pengaturan secara manual di mana pengaturan tersebut dapat diaplikasikan dalam ke dalam suatu data abstrak yang berisi karakteristik dari suatu kaset dan disimpan didalam suatu basis data atau tempat penyimpanan data tau file. Sehingga perbedaannya ada pada media penyimpanannya.Basis data menggunakan media penyimpanan elektronis sedangkan kaset menggunakan lemari untuk media penyimpanannya. Perbedaan ini akan mengakibatkan perbedaan-perbedaan lainnya seperti jenis metode / cara yang digunakan dalam upaya penyimpanan atau jumlah yang akan disimpan.
Dalam basis data terdapat struktur yang terdiri dari etnitas, record dan atribut serta terdapat relasi satu dengan yang lain.

B.   Perumusan Masalah
     Masalah yang akan dibahas di karya ilmiah ini adalah :
1.      Apakah  entitas itu dan apa sajakah contohnya?
2.      Apa itu record/tuple?
3.      Pengertian field/atribut dan contohnya.
4.      Elemen-elemen dalam entitas.
5.      Pengertian relasi.
6.      Jenis-jenis relasi dalam entitas.

C.   Tujuan
Tujuan dari penulisan karya ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang apa itu desain system basis data.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Entitas/ Tabel
Entitas dalam sebuah database dimaksudkan ialah seperti hubungan antara satu kolom dengan kolom yang lain dalam kehidupan nyata. Contoh seperti adanya entitas antara hubungan kolom mobil dan mesin.
Entitas terkadang dapat berupa orang atau benda atau lokasi atau lain-lainnya. Entitas juga memiliki atribut seperti mahasisa memiliki nomor induk, dan nama mahasiswa dan lain-lain
.
Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik
Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas

B.     Pengertian Record/Tuple
Record adalah kumpulan field-field yang berhubungan. Masing-masing record menyimpan data hanya sekitar satu entitas, yang bisa erupa orang, tempat benda dan peristiwa atau gejala. Contoh record bisa saja nama dan alamat Anda dan Nomor Jaminan sosial Anda.
Contoh :"10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".

C.    Pengertian field/atribut
Field adalah sebuah unit data yang berisi satu atau lebih karakter (byte).Ia merupakan unit terkecil dari informasi berharga dalam database. setiap field memiliki nama field yang menggambarkan jenis data yang harus dimasukkan ke dalam field. Contoh field adalah nama pertama Anda, alamat jalan, atau jenis kelamin Anda.
Field dapat didesain dengan panjang maksimun terntentu.Field juga dapat didesain dengan tipe data berbeda, semisal hanya teks, atau hanya angka, tanggal, waktu, atau bahkan hanya jawaban “ya” dan “tidak”, link web, gambar, suara dan video.

D.    Elemen dalam struktur entitas

Komponen-komponen ERD
1. Entitas dan Atribut
Entitas, adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data.Entitas juga dapatdiartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapatdibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999).Ada dua macam entitas yaitu entitaskuat dan entitas lemah.Entitas kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lainnya.Contohnya entitas anggota. Sedangkan entitas lemah merupakan entitas yang kemunculannya tergantung pada keberadaaan entitas lain dalam suatu relasi.















Atribut merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas.Atribut digambarkandalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci entitas atau key diberigaris bawah.
Kesimpulannya adalah:

    Entitas adalah tempat penyimpan data, maka entitas yang digambarkan dalam ERD ini merupakan data store yang ada di DFD dan akan menjadi file data di komputer
    Entitas adalah suatu objek dan memiliki nama. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jika objek ini tidak ada di suatu enterprise (lingkungan tertentu), maka enterprise tersebut tidak dapat berjalan normal.
    Contoh, entitas ‘MAHASISWA’ harus ada di lingkungan perguruan tinggi, begitu juga dengan entitas ‘DOSEN’, ‘MATA_KULIAH’, dan sebagainya

 Di dalam entitas ‘MAHASISWA’ berisi elemen-elemen data (biodata mahasiswa) yang terdiri atas NIM, NAMA, KELAS, ALAMAT, dan sebagainya. NIM, NAMA, KELAS, dan ALAMAT disebut dengan atribut (field)   Gambar memperlihatkan bahwa atribut-atribut NIM, NAMA, ALAMAT, dan TANGGAL_LAHIR harus ada di dalam biodata seorang mahasiswa.
    Atribut-atribut TINGGI_BADAN, dan WARNA_RAMBUT adalah atribut-atribut yang boleh tidak ada di dalam biodata mahasiswa (karena tidak penting).Sedangkan atribut NAMA_DOSEN adalah atribut yang tidak boleh ada di entitas mahasiswa
    Pada akhirnya, entitas ini akan menjadi file data (yang bersifat master file) di dalam komputer. Master file adalah file utama (yang harus ada, dan sifatnya jarang berubah)

2. Relasi

Relasi adalah penghubung antara satu entitas (master file) dengan entitas lain di dalam sebuah sistem komputer. Pada akhirnya, relasi akan menjadi file transaksi (transaction file) di komputer. Secara kalimat logis, contoh relasi yang terjadi di sebuah perpustakaan adalah : “Anggota meminjam buku,” atau “Anggota mengembalikan buku.” Dalam hal ini, Anggota dan Buku adalah entitas, meminjam dan mengembalikan adalah transaksi (relasi antara anggota dan buku).

E.     Relasi antar entitas/tabel
Relasi adalah hubungan antara tabel yang merepresentasikan hubungan antar obyek di dunia nyata. Macam-Macam Relasi antar tabel:

1.One-to-many.
 Misalkan terdapat relasi antara tabel ibu dan tabel anak dengan nama relasi "mempunyai" dan relasinya one-to-many. Artinya satu record pada tabel ibu boleh berelasi (mempunyai) dengan banyak record pada tabel anak. Namun satu record pada tabel anak hanya boleh berelasi dengan satu record saja pada tabel ibu Gambar relasi one-to-many:
http://1.bp.blogspot.com/_Fs3wU9aQa5w/S7aZJYDv9cI/AAAAAAAAAJU/dafRZTh1F-A/s320/pbd-modul-1-relasi-1.jpg
 




2.One-to-one.
            Jika dua tabel berelasi one-to-one artinya setiap record di entitas pertama hanya akan berhubungan dengan satu record di entitas kedua begitu pula sebaliknya. Conrohnya relasi antara tabel pegawai dan alamat pegawai. Satu record pegawai hanya berhubungan dengan satu record alamat pegawai beitu pula sebaliknya. Entitas 3 merupakan atribut yang unik di entitas 4. Gambar relasi one-to-one:
http://4.bp.blogspot.com/_Fs3wU9aQa5w/S7aZogWlMKI/AAAAAAAAAJc/OMQpQHuKfD4/s320/pbd-modul-1-relasi-3.jpg
 





3.Many-to-many.
Jika tabel satu berelasi dengan tabel dua dengan relasi any-to-many artinya ada banyak record di entitas satu dan entitas dua yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya relasi many-to-many antara tabel transaksi dan barang. Satu record transaksi bisa berhubungan dengan banyak record barang, begitu pula sebaliknya. Gambar relasi many-to-many:
http://1.bp.blogspot.com/_Fs3wU9aQa5w/S7aaF6WdreI/AAAAAAAAAJk/ERl1EZnUT6Y/s320/pbd-modul-1-relasi-5.jpg











F.     Contoh kasus

http://3.bp.blogspot.com/_Fs3wU9aQa5w/S67O1C1SEwI/AAAAAAAAAG4/kUm28dyn0W8/s400/notaLaundry.jpg
Data Item:

ID Konsumen, Nama Konsumen, Alamat Konsumen, telp Konsumen, ID cucian, tgl taruh cucian, tgl ambil cucian, jenis cucian, jumlah cucian, harga satuan, harga total, ID pegawai, Nama pegawai.

Entitas:
1. Konsumen
2. Cucian
3. Rincian Cucian
4. Jenis cucian
5. Pegawai

Atribut
1. Konsumen (ID, nama, alamat, telp)
2. Cucian (ID cucian, Tgl Taruh Cucian, Tgl ambil Cucian)
3. Rincian Cucian (No, Jenis, Jumlah, Sub-total Pembayaran, Total Pembayaran)
4. Jenis cucian (Nama Jenis, Harga persatuan)
5. Pegawai (ID pegawai, Nama pegawai)





Relasi antar entitas

Relasi antara Konsumen dengan Cucian.Satu Konsumen bisa mempunyai banyak Cucian dan satu Cucian hanya dapat dimiliki satu Konsumen.
Relasi : One – To – Many. Relasi antara Cucian dengan Rincian Cucian
Satu Cucian bisa memiliki banyak Rincian Cucian dan satu Rincian Cucian hanya dapat dimiliki satu Cucian
Relasi : One – To – Many
3. Relasi antara Rincian Cucian dengan Jenis Cucian
Satu Rincian Cucian hanya mempunyai satu Jenis Cucian dan satu jenis Cucian dapat dimiliki oleh banyak Rincian Cucian
Relasi : Many – To – One
4. Relasi antara Cucian dengan Pegawai
Satu Cucian hanya ditangani oleh satu Pegawai dan satu Pegawai dapat menangani banyak Cucian
Relasi : Many – To – One

















BAB III
SIMPULAN

Dalam struktur basis data (database) terdiri dari :
1.Entitas
Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalai basis data.

2.Record
Record adalah kumpulan field-field yang berhubungan. Masing-masing record menyimpan data hanya sekitar satu entitas, yang bisa erupa orang, tempat benda dan peristiwa atau gejala

3.Field
Field adalah sebuah unit data yang berisi satu atau lebih karakter (byte). Ia merupakan unit terkecil dari informasi berharga dalam database. setiap field memiliki nama field yang menggambarkan jenis data yang harus dimasukkan ke dalam field

4.Relasi
Relasi adalah hubungan antara tabel yang merepresentasikan hubungan antar obyek di dunia nyata.



DAFTAR PUSTAKA