Kamis, 29 November 2012

Sistem Informasi Geografis


Pengertian Sistem informasi geografis

Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja. Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi.Selain itu, berbagai data yang di-overlay-kan berdasarkan sistem koordinat yang sama. Akibatnya sebuah peta menjadi media yang efektif baik sebagai alat presentasi maupun sebagai bank tempat penyimpanan data geografis. Tetapi media peta masih mengandung kelemahan atau keterbatasan. Informasi-informasi yang disimpan, diproses dan dipresentasikan dengan suatu cara tertentu, dan biasanya untuk tujuan tertentu pula, tidak mudah untuk merubah presentasi tersebut karena peta selalu menyediakan gambar atau simbol unsur geografis dengan bentuk yang tetap walaupun diperlukan untuk kebutuhan yang berbeda.Proses pendigitasian peta terdiri dari beberapa tahap yaitu:
a. Penyiapan peta-peta yang akan didigitasi
b. Perekam koordinat-koordinat peta ( digitasi aktual)
c. Pengeditan dan perbaikan data sebelum penyimpanan dalam bentuk peta basis-data, dan
d. Pemasukan data atribut yang sesuai dengan data spasial.


Komponen-komponen SIG 
Selain terdiri dari 4 subsistem di atas, pada dasarnya SIG mempunyai 5 komponen penting yang dikemukakan Yousman sebagai berikut: 
1. Hardware Kehandalan suatu Sistem Informasi Geografis akan sangat didukung jika memiliki spesifikasi hardware yang handal. Kehandalan ini bisa dilihat dari kemampuan processor yang lebih cepat, memory yang lebih tinggi, harddisk yang lebih besar, dan Video Graphic Adapter card yang lebih bagus dibandingkan dengan sistem informasi biasa. 
2. Software 
Karakteristik SIG membutuhkan software yang mendukung analisis, penyimpanan dan visualisasi informasi geografis. Software sendiri terdiri dari sistem operasi, compiler dan program aplikasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 
a. Sistem operasi, mengendalikan seluruh operasi program, juga menghubungkan perangkat keras dengan program aplikasi. 
b. Compiler, menerjemahkan program yang ditulis dalam bahasa komputer pada kode mesin sehingga Central Processing Unit mampu menjalankan program yang harus dieksekusi. 
c. Program aplikasi, sudah banyak sekali vendor software yang telah mengeluarkan software SIG seperti ArcInfo, ArcView, MapInfo dan lain-lain. 
3. People 
SIG memiliki tingkatan pengguna dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan memelihara sistem sampai pada pengguna yang memanfaatkan SIG untuk mempermudah pekerjaan pengguna software dan aplikasi SIG. 4. Data 
Data merupakan komponen terpenting dalam SIG. Data yang dibutuhkan terdiri dari data spasial (data peta) dan data non-spasial (data atribut). Data spasial berintegrasi dengan data non-spasial pada setiap fiturnya. Pembangunan dan pengolahan basis data yang lebih besar maka data tabular tersebut dapat direlasikan ke sumber data lain yang berada di luar tools SIG melalui Database Management System (DBMS). 
5. Metode 
Diperlukan metode dan cara penerapan yang unik untuk setiap permasalahan SIG. Oleh karena itu, SIG yang baik tergantung pada aspek disain yang bagus dan aturan bisnis atau kondisi nyata.



Manfaat SIG
Dengan SIG kita akan dimudahkan dalam melihat fenomena kebumian dengan perspektif yang lebih baik.SIG mampu mengakomodasi penyimpanan, pemrosesan, dan penayangan data spasial digital bahkan integrasi data yang beragam, mulai dari citra satelit, foto udara, peta bahkan data statistik. Dengan tersedianya komputer dengan kecepatan dan kapasitas ruang penyimpanan besar seperti saat ini, SIG akan mampu memproses data dengan cepat dan akurat dan menampilkannya. SIG juga mengakomodasi dinamika data, pemutakhiran data yang akan menjadi lebih mudah.Manfaat khusus yang dapat diperoleh yaitu :
  • Memberikan gambaran spatial (tata ruang) secara detail dan akurat terhadap lokasi-lokasi yang memiliki kemampuan untuk terkena bencana alam khususnya yang disebabkan oleh kenaikan tinggi permukaan air laut ataupun gelombang pasang untuk keperluan kajian dan analisis berbagai potensi yang ada di wilayah pesisir.
  • Memberikan prediksi-prediksi tentang waktu dan frekuensi kedatangan gelombang pasang, sehingga melalui prediksi tersebut dapat dilakukan tindakan-tindakan pencegahan dengan dukungan sumber daya alam dan ekplorasi manusia di wilayah tersebut.
  • Prediksi tentang bahaya bencana alam yang diakibatkan oleh air, terutama tsunami.
  •  Membuat perencanaan dan langkah konkrit untuk merestorasi ulang kemampuan daya dukung lingkungan yang sudah merosot seperti gerakan penghijauan, khususnya di daerah aliran sungai untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah dan kelangsungan pasokan sumber air dan cadangan air tanah tetap terpenuhi untuk masyarakat di wilayah tersebut.
Daftar pustaka :
http://arashirin.wordpress.com/2007/12/31/konsep-dasar-sistem-informasi-geografis/
http://mtnugraha.wordpress.com/2011/06/17/sistem-informasi-geografis/
http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1053:komponen-komponen-sig&catid=18:multimedia&Itemid=14

9 komentar:

  1. Mungkin buku berikut bisa sebagai referensi anda dalam memperdalam manajemen sistem informasi

    http://library.imtelkom.ac.id/pustaka/17097/sistem-informasi-manajemen-.html

    BalasHapus
  2. Java SE Java EE Sistem Development Life Cycle JPA Hibernate Training Courses Hibernate Training Pengertian Sistem Basis Data Hibernate Training Courses Institutes Chennai India Hibernate Online Training Perkembangan Sistem Development Life Cycle Java Persistence API Training in Chennai Hibernate Training Courses Pengertian Sistem Informasi Pariwisata Hibernate Online Course Hibernate Training in Chennai Sistem Informasi Kesehatan Hibenate Training Courses Chennai India Online Hibernate Training

    BalasHapus
  3. Informasi ini sangat bermanfaat buat saya.
    toko sarip

    BalasHapus