Kamis, 29 November 2012

Sistem Informasi Pariwisata


Latar Belakang
Dengan meningkatnya pendapatan, aspirasi, dan kesejahteraan warga mengakibatkan meningkatnya konsumsi jasa dalam bentuk komoditas wisata dan bagi sebagian masyarakat telah menjadi suatu bagian dari kebutuhannya. Pada masa-masa liburan sekolah, banyak diantara warga yang mengisinya dengan berwisata ke suatu daerah yang menjadi tujuannya. Untuk memudahkan para warga yang ingin berwisata, dibutuhkan suatu pelayanan informasi yang serba cepat, efisien, dan efektif mengenai tujuan wisata beserta obyek-obyek yang menarik yang ada serta sarana transportasi yang bisa digunakan dalam mencapai tujuan.Disamping kebutuhan para wisatawan terhadap informasi yang akurat dan lengkap, terdapat pula pihak-pihak lainnya yang membutuhkan data beserta informasi terkait, diantaranya yaitu pengelolaan industri kepariwisataan dan pemerintahan karena memiliki peran dalam mengambil keputusan dan sebagai penentu kebijakan di bidang kepariwisataan. Kebutuhan akan informasi ini berbeda di setiap pihak, sesuai dengan kebutuhannya. Bagi para wisatawan, kemudahan dalam pengaksesan akan membantunya dalam merencanakan perjalanan wisatanya. Sebagai pihak pengelola industri pariwisata beserta  pihak pemerintah, dengan keberadaan Sistem Informasi Manajemen yang baik akan sangat membantu guna pengambilan keputusan. Dengan adanya Sistem Informasi yang terintegrasi dan dengan adanya dukungan sistem komputerisasi, manajemen data pariwisata akan lebih mencapai sasarannya.

Pengertian Sistem Informasi Pariwisata
Pariwisata berbasis Sistem Informasi berarti adanya suatu manajemen sistem informasi kepariwisataan yang berbasis pengolahan data elektronik dimana keberadaan Sistem Informasi Manajemen Pariwisata ini dapat pula dibuat suatu sistem yang mendukung keputusan pariwisata. Dengan adanya sistem ini akan memudahkan wisatawan dalam menentukan rencana perjalanan wisatanya, selain itu bagi industri pariwisata dan bagi pemerintah, sistem informasi yang baik akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan.Banyak pariwisata dan data dinamis memerlukan sistem manajemen yang baik untuk menghindari tumpang tindih data, serta kesulitan dalam penyediaan data. Kendala seperti masalah biaya, sosial-budaya dan keamanan, harus diberikan kompensasi atas manfaat yang dapat dicapai. Layanan meliputi fasilitasi akses dari luar dapat meningkatkan jumlah wisatan dan manajemen sistem informasi, akurasi dari kedua keputusan akan meningkat. Dengan demikian, ketersediaan sistem informasi manajemen untuk pengelolaan pariwisata maupun penyebaran sistem informasi pariwisata yang dibutuhkan.

Data-data yang diperlukan dalam suatu perencanaan pariwisata, diantaranya:

1) Data Perencanaan Pengembangan
  • Pengembangan wilayah yang menjadi tujuan wisata dan kebijakannya
    • Karakteristik di daerah yang menjadi obyek wisata
   • Pesona alam, aksesibilitas, fasilitas, SDM, dan informasi obyek wisata
    • Segmen pasar

2) Data Wisatawan
    • Profil wisatawan
    • Jumlah pengunjung
    • Pendapatan devisa 
    • Tinjauan geografis, demografis, psikografis, serta perilaku dari wisatawan

3) Data Industri Pariwisata
    • Hotel dan akomodasi.
    • Biro travel/perjalanan wisata (transportasi)
    • Jasa penjual makanan dan minuman
    • Jasa konsultan

4) Data Tujuan Pariwisata
    • Pesona alam, budaya, serta minat khusus
    • Fasilitas
    • Aksesibilitas 
    • Lingkungan
    • Kebijakan dan regulasi
    • Manajemen destinasi
    • Komunikasi dan informasi

Perancangan model untuk Sistem Informasi Manajemen Pariwisata ini disesuaikan dengan kebutuhan pemakai. Model yang digunakan dalam sebuah sistem merupakan kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak. Demikian halnya dengan sistem yang digunakan perangkat pemodelan dalam merepresentasikan dunia abstrak sistem. Pembuatan model dilakukan agar jika model yang dibuat salah, dapat dibuat kembali model yang lebih memenuhi kebutuhan pemakai tanpa resiko yang berarti bila dibandingkan dengan membuat sistem secara langsung.

Komponen utama yang biasa digunakan penganalisa sistem ketika akan membuat pemodelan, yaitu:

• Memfokuskan perhatian pada  suatu sistem tanpa harus             terlibat lebih jauh .
• Mendiskusikan perubahan serta mengoreksinya.
• Membangun sistem dan menganalisa sistem terhadap kebutuhan   pemakai dan membantu mendesain sistem.

    
Daftar Pustaka :
http://prabowo-womanizer.blogspot.com
Sistem Informasi Konsep Dan Aplikasi

7 komentar:

  1. Java SE Java EE Sistem Development Life Cycle JPA Hibernate Training Courses Hibernate Training Pengertian Sistem Basis Data Hibernate Training Courses Institutes Chennai India Hibernate Online Training Perkembangan Sistem Development Life Cycle Java Persistence API Training in Chennai Hibernate Training Courses Pengertian Sistem Informasi Pariwisata Hibernate Online Course Hibernate Training in Chennai Sistem Informasi Kesehatan Hibenate Training Courses Chennai India Online Hibernate Training

    BalasHapus
  2. Penjelasannya sangat lengkap dan terperinci, terima kasih.
    kios nugraha
    deviyudis
    numpangpromo
    paparan

    BalasHapus