Rabu, 20 Maret 2013


Normalisasi dan Denormalisasi Data
ts.jpg











Disusun oleh:
Kelompok 1 – Kelas L
Fariz Ardian <672012034>
Victor Dwi Agustin <672012190>
Ramadhani Osa Irawan <682012019>
Pradipta Angga Saputra <682012008>
Sandhy Kurniawan<672012155>
KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatNyalah maka kami dapat menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Normalisasi dan Denormalisasi Data”, yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajarinya.
Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami persembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih dan semoga Tuhan memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.



         Salatiga, 9 Pebruari 2013


        Penulis



DAFTAR ISI
Halaman Judul                                                                                      i
Kata Pengantar                                                                                     ii
Daftar Isi                                                                                              iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                                                        1
B.    Perumusan Masalah                                                                 1   
C.    Tujuan                                                                                    1

BAB II PEMBAHASAN
A.     Normalisasi Data                                                                      2   
B.     Denormalisasi Data                                                                   3   
C.     Perbaedaan normalisasi data dan denormalisasi data                   4
D.      Boyce-Codde method                                                                               4                                                                                                                                 
                                                                                                       
BAB III SIMPULAN                                                                                6
DAFTAR PUSTAKA                                                                               6







BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Perancangan suatu basis data sangat diperlukan agar dapat membuat basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam pemanipulaisan data. Dalam perancangan basis data terdapat dua cara yang sering digunakan yaitu :
a.Menerapkan Normalisasi terhadap struktur tabel atau transaksi yang telah diketahui sebelumnya
b.Membuat model Entity-Relationalship.

Dalam perancangan basis data dengan cara membuat model Entity-Relatioanlship pembuat basis data harus merepresentasikan kelompok-kelompok data dan relasi antar kelompok ke dalam bentuk diagram. Namun jika perancangan basis data menggunakan normalisasi,pembuatan desain lojik dan relasional tidak langsung berkaitan dengan model data, tapi dalam pembuatannya harus meneraokan aturan dan criteria standar untuk menghasilkan struktur tabel yang normal.
Namun dalam sejumlah kasus penerapan Normalisasi secara ketat dpat mengakibatkan penurunan performa basis data.Normalisasi sebenarnya bersifat normatif dan berperan pada saat perancangan basis data.Semua DBMS (Database Management System) tidak membatasi user agar selalu memenuhi aturan-aturan normalisasi basis data. Deengan kata lain, normalisasi merupakan kebijakan user dalam perancangan basis data,dan bukan merupakan kebijakan DBMS yang digunakan.
Dengan demikian normalisasi dapat dilanggar, pelanggaran tersebut dinamakan dengan
denormalisasi. Satu-satunya alas an mengapa di perbolehkan melakukan denormalisasi adalah pertimbangan performanasi yang akan bisa diperoleh jauh lebih baik.
Sehingga dapt dikatakan bahwa normalisasi dilakukan demi efisiensi data sedangkan denormalisasi delakukan demi efisiensi proses. Keseimbangan antara efisiesnsi data dan efisiensi proses adlah inti dari desain basis data.

B.   Perumusan Masalah
     Masalah yang akan dibahas di karya ilmiah ini adalah :
1.      Pengertian normalisasi data.
2.      Manfaat normalisasi data.
3.      Tahap-tahap normalisasi data.
4.      Pengertian denormalisasi data.
5.      Pengertian Boyce-Codde  Method.

C.   Tujuan
Tujuan dari penulisan karya ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang perbaedaan normalisasi data dan denormalisasi data.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Normalisasi Data
Normalisasi merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant, stabil, dan fleksible
Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,update,delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
Pada proses normalisasi terhadap tabel pada database dapat dilakukan dengan tiga tahap normalisasi antara lain :
http://infotek.web.id/wp-content/uploads/2011/05/tahap-normalisasi.png


1. Bentuk Normal ke Satu(1NF)
Syarat :
   a. Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
   b. Telah ditentukannya primary key untuk tabel atau relasi.
   c. Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
   d. Tiap atribut yang dapat memiiki banyak nilai sebenarnya menggambarkan entitas atau relasi yang terpisah.
Namun pada tahap ini masih ada kelemahan yaitu :
   a.Pengulangan informasi
   b.Potensi inkonsistensi pada operasi update
   c.Tersembunyinya informasi tertentu





2. Bentuk Normal ke Dua(2NF)
Syarat :
a. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke satu.
b. Atribut bukan kunci(non-key attribute) haruslah memiliki ketergantungan fungsional sepenuhnya pada primary key

3. Bentuk Normal ke Tiga(3NF)
Syarat :
a. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke dua.
b. Atribut bukan kunci(non-key attribute) tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribut bukan kunci lainnya. Seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi itu saja.

B.     Penerapan normalisasi data

Penerapan Normalisasi dan Implementasi ke Database SQL Server

Kali ini saya akan menerangkan tahap-tahap penerapan normalisasi hingga menjadi sebuah ERD pada SQL server. Sering kali mahasiswa bertanya "bagaimana awal mulanya pembuatan sistem informasi" salah satu cara terbaik awal pembuatan sistem informasi adalah menanyakan kebutuhan user / pengguna terhadap sebuah sistem yang akan dibangun, biasanya kebutuhan ini awalnya dari sebuah "MASALAH" yang harus dicarikan solusi.

Bermodalkan interview kepada pengguna kebutuhan apa yang harus dibuat, biasanya kita mencari informasi proses bisnis dari perusahaan tersebut, sehingga akhirnya kita mengetahui format manual sistem yang berjalan   contohnya disini BON PEMBELIAN.




1. Bentuk Normal Pertama (1NF)
dari manual bon pembelian diatas kita dapat menjadi bentuk normal pertama dengan memisah-misahkan data pada atribut-atribut yang tepat dan bernilai atomik, juga seluruh record / baris harus lengkap adanya.

2. Bentuk Normal Kedua (2NF).
Bentuk normal kedua dengan melakukan dekomposisi tabel diatas menjadi beberapa tabel dan mencari kunci primer dari tiap-tiap tabel tersebut dan atribut kunci haruslah unik.










3.BentukNormalKetiga(3NF)
Bentuk normal ketiga mempunyai syarat, setiap relasi tidak mempunyai atribut yang bergantung transitif, harus bergantung penuh pada kunci utama dan harus memenuhi bentuk normal kedua (2 NF).

Implementasi ERD (entity relationship diagram) pada contoh diatas, bisa dituangkan kedalam database MS SQL Server 2005, seperti terlihat pada gambar beikut ini :



C.    Denormalisasi data
denormalisasi database  adalah  pelanggaran  aturan  normalisasi atau menjabarkan suatu tataan database yang telah normal untuk meningkatkan performa pengaksesan data pada database. Database yang telah normal disini dimaksudkan database yang redundansi datanya minim sehingga data yang disimpan tidak mengalami kerancuan dalam proses pengaksesan.
Apakah perbedaan normalisasi dan denormalisasi.
Apa sih pentingnya denormalisasi dalam database? Apabila kita menilik lebih lanjut tentang proses pengaksesan yang dilakukan database sewaktu data yang berada dalam suatu tabel ada 1000 baris dengan 100 juta baris. Hal itu akan terasa sangat beda proses kita menunggu untuk dapat melihat data. Itupun apabila kita mengaksesnya dari beberapa tabel yang setiap tabel berisikan jutaan data dan kita hanya menginginkan sebagian saja.Dari situ denormalisasi diperlukan, untuk menjaga kestabilan performa suatu sistem.

Kita dapat melakukan denormalisasi dalam 2 jenis :

·         melalui pembuatan kolom baru pada tabel / mengabungkan kolom pada tabel satu dengan yang lain.
·         melalui pembuatan tabel baru.

cara yang pertama dilakukan apabila data yang didenormalisasi hanya kecil dan digunakan untuk mempermudah pengaksesan data apabila diakses dalam satu tabel. Sedangkan yang kedua dilakukan apabila data yang terdapat dalam tabel tersebut merupakan rangkuman / rekapitulasi dari satu atau beberapa tabel yang pengaksesannya terpisah dari tabel yang ada.



contoh :

denormalisasi pertama : total sks yang telah diambil seorang mahasiswa. ini dibentuk dari jumlah sks matakuliah yang pernah diambil.

denormalisasi kedua : pembuatan tabel jumlah kehadiran mahasiswa dalam satu semester. data ini dibentuk dari penjumlahan data harian mahasiswa.


D.    Perbedaan normalisasi dan denormalisasi
Perbedaan normalisasi dan denormalisasi adalah terletak pada redundansi data dan kompleksitas query. Pada redundansi data normalisasi lebih strik atau harus dihilangkan sebisa mungkin sehingga mengakibatkan apabila kita akan mengakses data dalam suatu database membutuhkan query yang kompleks. Berbeda dengan denormalisasi, denormalisasi disini tidak terlalu memikirkan tentang data yang redundan sehingga dalam mengakses data lebih cepat

E.     Boyce-Codde method
            Definisi Bentuk BCNF adalah :
1). Memenuhi bentuk 3 NF (normal ketiga).
2). Semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik).
Setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.

BCNF merupakan bentuk normal sebagai perbaikan terhadap 3 NF. Suatu relasi
yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3 NF, tetapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3 NF belum tentu memenuhi BCNF. Karena bentuk 3 NF
masih memungkinkan terjadi anomali.
Pada contoh berikut ini terdapat tabel SEMINAR, kunci primer adalah no_siswa +
seminar, dengan pengertian bahwa :
·          Siswa dapat mengambil satu atau dua seminar.
·          Setiap seminar membutuhkan 2 instruktur.
·          Setiap siswa dibimbing oleh salah satu dari 2 instruktur seminar.
·          Setiap instruktur boleh hanya mengambil satu seminar saja.

Suatu relasi disebut memenuhi bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) jika dan hanya jika semua (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik). BCNF merupakan bentuk normal sebagian perbaikan terhadap 3NF,suatu relasi yang memenuhi BCNF selalu memenuhi 3NF, tetapi tidak untuk sebaliknya. Suatu relasi yang memenuhi 3NF belum tentu memenuhi BCNF .Dalam banyak literature disebutkan bahwa BCNF adalah perbaikan dari 3NF ,karena bentuk normal ketigapun mungkin masih mengandung anomaly sehingga masih perlu dinormalisasikan lebih lanjut.


Pada contoh ini, no_siswa dan seminar menunjukkan seorang instruktur.
Relasi seminar



















Bentuk tabel SEMINAR adalah memenuhi bentuk normal ketiga (3 NF), tetapi tidak
BCNF karena nomor seminar masih bergantung fungsi pada instruktur, jika setiap
instruktur dapat mengajar hanya pada satu seminar. Seminar bergantung fungsi
pada satu atribute bukan superkey seperti yang disyaratkan oleh BCNF.

Maka relasi SEMINAR harus didekomposisi menjadi dua relasi, yaitu relasi pengajar
dan seminar_instruktur, seperti berikut ini :



Relasi pengajar
Relasi seminar struktur









BAB III
SIMPULAN

Untuk mendapatkan struktur tabel yang baik normalisasi dan denormalisasi dapat dilakukan namun harus diperhatikan aturan-aturan normalisasi dan kebutuhan user agar suatu rancangan basis data yang dibuat tidak keluar dari batasan system yang ditentukan.





DAFTAR PUSTAKA



http://www.haritsthinkso.com/2009/12/pengertian-normalisasi-pada-database.html
diyarblablablap.blogspot.com/.../pengertian-denormalisasi.html



20 komentar:

  1. Salam, tulisan yang bagus. Kami menyediakan layanan perpustakaan yang bisa diakses 24 jam.
    Berikut ini adalah link yang langsung mengantarkan anda pada buku yang sekiranya sesuai dengan tema sistem informasi

    http://library.imtelkom.ac.id/pustaka/17097/sistem-informasi-manajemen-.html

    BalasHapus
  2. good writing
    visit umb
    thanks you ;).

    BalasHapus
  3. Normalisasi pada database adalah sesuatu yang harus dikuasai oleh seorang programmer, sehingga ia akan lebih mudah dalam merencanakan sebuah program dari laporan

    Belajar Bisnis Online

    BalasHapus
  4. Hi there, I do think your website may be having internet browser compatibility issues.
    Whenever I take a look at your website in Safari, it looks fine but when opening in I.E., it
    has some overlapping issues. I just wanted to give you a
    quick heads up! Aside from that, great blog!
    pesan undangan unik
    undangan
    undangan kipas
    souvenir pernikahan unik
    contoh undangan pernikahan
    undangan pernikahan
    undangan nikah

    BalasHapus
  5. Java SE Java EE Sistem Development Life Cycle JPA Hibernate Training Courses Hibernate Training Pengertian Sistem Basis Data Hibernate Training Courses Institutes Chennai India Hibernate Online Training Perkembangan Sistem Development Life Cycle Java Persistence API Training in Chennai Hibernate Training Courses Pengertian Sistem Informasi Pariwisata Hibernate Online Course Hibernate Training in Chennai Sistem Informasi Kesehatan Hibenate Training Courses Chennai India Online Hibernate Training

    BalasHapus
  6. I like it this really good information
    Hammer of thor

    BalasHapus
  7. Saya senang mendapat informasi yang bagus ini.
    iklanpurwa

    BalasHapus